Pages

Thursday, 7 March 2019

Contoh Teks Ekplanasi Beserta Struktur dan Ciri Kebahasaan

Contoh Teks Ekplanasi Tentang Fenomena Alam
Hujan Es
Hujan es dalam ilmu meteorologi disebut juga hail, adalah presipitasi yang terdiri dari bola-bola es. Salah satu proses pembentukannya adalah melalui kondensasi uap air lewat dingin di atmosfer pada lapisan di atas freezing level. Es yang terjadi dengan proses ini biasanya berukuran besar. Karena ukurannya, walaupun telah turun ke aras yang lebih rendah dengan suhu yang relatif hangat tidak semuanya mencair. Hujan es tidak hanya terjadi di negara sub-tropis, tapi bisa juga terjadi di daerah ekuator. Proses lain yang dapat menyebabkan hujan adalah riming, dimana uap air lewat dingin tertarik ke permukaan benih-benih es. Karena terjadi pengembunan yang mendadak maka terjadilah es dengan ukuran yang besar.

Hujan es disertai puting beliung berasal dari jenis awan bersel tunggal berlapis-lapis (CB) dekat dengan permukaan bumi, dapat juga berasal dari multi sel awan , dan pertumbuhannya secara vertical dengan luasan area horizontalnya sekitar 3 – 5 km dan kejadiannya singkat berkisar antara 3 - 5 menit atau bisa juga 10 menit tapi jarang, jadi wajar kalau peristiwa ini hanya bersifat local dan tidak merata, jenis awan berlapis lapis ini menjulang kearah vertical sampai dengan ketinggian 30.000 feet lebih, Jenis awan berlapis-lapis ini biasa berbentuk bunga kol dan disebut Awan Cumulo Nimbus (CB).
Dua per tiga dari bumi kita ini mengandung air dan sisanya adalah daratan. Air itu tersimpan dalam banyak wadah seperti samudera, lautan, sungai, danau. Jangan lupa tubuh kita ini juga mengandung banyak air juga. Nah air yang ada di berbagai wadah tersebut akan mengalami penguapan atau evaporasi dengan bantuan matahari. Oya, tak lupa juga air yang ada di daun tumbuhan ataupun permukaan tanah. Proses penguapan air dari tumbuh-tumbuhan itu dinamakan transpirasi. Kemudian uap-uap air tersebut akan mengalami proses kondensasi atau pemadatan yang akhirnya menjadi awan. Awan-awan itu akan bergerak ke tempat yang berbeda dengan bantuan hembusan angin baik secara vertikal maupun horizontal. Awan yg mengandung uap air tertiup angin ketempat yg dingin, mencapai dew point / titik embun, lalu mengembun, dan karena beratnya, kemudian jatuh sebagai hu jan. Saat telah mengembun itu, sudah jadi air, lalu tertiup oleh angin thermis yg naik, keketinggian dgn temperatur dibawah freezing point, embun tersebut lalu akan membeku menjadi es, dan akan jatuh kebawah. Karena ikatan antar molekul es selaku benda padat jauh lebih kuat dari ikatan antar molekul air, maka es tersebut lalu jatuh dalam bentuk yg tidak beraturan, bisa sebesar kepalan tangan. Inilah fenomena terjadinya hujan es. Hujan es hanya terjadi di wilayah iklim dingin atau subtropics.
Oleh sebab itu hujan es jarang terjadi di daerah tropis seperti di Indonesia, sebab, angin thermis yg bertiup naik vertikal, adanya terutama didaerah tropis, dan subtropis (Filipina). Ini di karenakan Indonesia berada di daerah tropis, maka dari itu jarang bahkan jarang sekali di tempat kita, mengalami hujan es ini.


Struktur Teks Eklplanasi
Pernyataan Umum:

Hujan es, dalam ilmu meteorologi disebut juga hail, adalah presipitasi yang terdiri dari bola-bola es. Salah satu proses pembentukannya adalah melalui kondensasi uap air lewat dingin di atmosfer pada lapisan di atas freezing level. Es yang terjadi dengan proses ini biasanya berukuran besar. Karena ukurannya, walaupun telah turun ke aras yang lebih rendah dengan suhu yang relatif hangat tidak semuanya mencair. Hujan es tidak hanya terjadi di negara sub-tropis, tapi bisa juga terjadi di daerah ekuator. Proses lain yang dapat menyebabkan hujan adalah riming, dimana uap air lewat dingin tertarik ke permukaan benih-benih es. Karena terjadi pengembunan yang mendadak maka terjadilah es dengan ukuran yang besar.
Deretan Penjelas/Urutan Sebab Akibat:

Hujan es disertai puting beliung berasal dari jenis awan bersel tunggal berlapis-lapis (CB) dekat dengan permukaan bumi, dapat juga berasal dari multi sel awan , dan pertumbuhannya secara vertical dengan luasan area horizontalnya sekitar 3 – 5 km dan kejadiannya singkat berkisar antara 3 - 5 menit atau bisa juga 10 menit tapi jarang, jadi wajar kalau peristiwa ini hanya bersifat local dan tidak merata, jenis awan berlapis lapis ini menjulang kearah vertical sampai dengan ketinggian 30.000 feet lebih, Jenis awan berlapis-lapis ini biasa berbentuk bunga kol dan disebut Awan Cumulo Nimbus (CB).
Deretan Penjelas/Urutan Sebab Akibat:

Dua per tiga dari bumi kita ini mengandung air dan sisanya adalah daratan. Air itu tersimpan dalam banyak wadah seperti samudera, lautan, sungai, danau. Jangan lupa tubuh kita ini juga mengandung banyak air juga. Nah air yang ada di berbagai wadah tersebut akan mengalami penguapan atau evaporasi dengan bantuan matahari. Oya, tak lupa juga air yang ada di daun tumbuhan ataupun permukaan tanah. Proses penguapan air dari tumbuh-tumbuhan itu dinamakan transpirasi. Kemudian uap-uap air tersebut akan mengalami proses kondensasi atau pemadatan yang akhirnya menjadi awan. Awan-awan itu akan bergerak ke tempat yang berbeda dengan bantuan hembusan angin baik secara vertikal maupun horizontal. Awan yg mengandung uap air tertiup angin ketempat yg dingin, mencapai dewpoint / titik embun, lalu mengembun, dan karena beratnya, kemudian jatuh sebagai hu jan. Saat telah mengembun itu, sudah jadi air, lalu tertiup oleh angin thermis yg naik, keketinggian dgn temperatur dibawah freezing point, embun tersebut lalu akan membeku menjadi es, dan akan jatuh kebawah. Karena ikatan antar molekul es selaku benda padat jauh lebih kuat dari ikatan antar molekul air, maka es tersebut lalu jatuh dalam bentuk yg tidak beraturan, bisa sebesar kepalan tangan. Inilah fenomena terjadinya hujan es. Hujan es hanya terjadi di wilayah iklim dingin atau subtropics.
Penutup:

Oleh sebab itu hujan es jarang terjadi di daerah tropis seperti di Indonesia, sebab, angin thermis yg bertiup naik vertikal, adanya terutama didaerah tropis, dan subtropis (Filipina). Ini di karenakan Indonesia berada di daerah tropis, maka dari itu jarang bahkan jarang sekali di tempat kita, mengalami hujan es ini.

Ciri Kebahasaan
Paragraf Ke
Kata Benda
Kata Kerja
Kata Sifat
Kata Keterangan
Ke-Satu
Hujan, Es, Ilmu, Bola, Uap, Air, Dingin, Atmosfer, Lapisan,  Benih-Benih,
Disebut, Mencair, Tertarik, Pengembunan.
Dingin, Besar, Rendah, Hangat, Mendadak.
Di Atas
Ke- Dua
Hujan, Es, Awan, Peristiwa, Bunga, Kol.
Menjulang, Berlapis-Lapis, Merata, Berbentuk.
Lokal,
-
Ke-3
Bumi, Kita, Air, Sisa, Daratan, Wadah, Samudera, Lautan, Sungai, Danau, Tubuh,, Matahari, Tumbuhan,  Hembusan, Angina,
Mengandung, Tersimpan, Lupa, Mengalami, Pemadatan, Penguapan,
Baik,
Permukaan,
Ke-Empat
Hujan, Es, Daerah, Indonesia, Angina, Filipina, Tropis, Subtropics,
Bertiup, Naik
-
Tempat,


Contoh Teks Prosedur Kompleks Beserta Struktur dan Ciri Kebahasaan

Contoh Teks Prosedur
Cara Menyambungkan Komputer dengan Internet Menggunakan Modem Eksternal
Dewasa ini, internet merupakan media paling revolusioner. Banyak pengembangan pengembangan pada internet, salah satunya adalah perkembangan akses internet menggunakan modem eksternal.
sebelum itu, siapkan satu unit computer dan modem eksternal usahakan modem dalam keadaan baik dan sudah diisi pulsa. Pertama, nyalakan computer. Jika modem dan computer siap, colokkan modem pada port. Lalu computer akan secara otomatis mendeteksi keberadaan modem. Selanjutnya, bila modem sudah terdeteksi maka program modem akan muncul dan kita bias langsung menyambungkan computer ke internet. Namun, bila program modem belum terinstal maka kita harus menginstalnya terlebih dahulu. Bukalah modem, lalu klik setup installer modem (program untuk menginstal modem). Selanjutnya, tunggu sampai proses pemasangan selesai dan program modem siap digunakan. Lalu, bukalah program modem dan klik “connect” untuk memulai proses penyambungan. Setelah proses penyambungan berhasil maka internet siap digunakan.


Struktur teks prosedur

Bagian Tujuan:
Dewasa ini, internet merupakan media paling revolusioner. Banyak pengembangan pengembangan pada internet, salah satunya adalah perkembangan akses internet menggunakan modem eksternal.
Bagian Material:
sebelum itu, siapkan satu unit computer dan modem eksternal usahakan modem dalam keadaan baik dan sudah diisi pulsa.
Bagian Langkah-Langkah:
Pertama, nyalakan computer. Jika modem dan computer siap, colokkan modem pada port. Lalu computer akan secara otomatis mendeteksi keberadaan modem. Selanjutnya, bila modem sudah terdeteksi maka program modem akan muncul dan kita bias langsung menyambungkan computer ke internet. Namun, bila program modem belum terinstal maka kita harus menginstalnya terlebih dahulu. Bukalah modem, lalu klik setup installer modem (program untuk menginstal modem). Selanjutnya, tunggu sampai proses pemasangan selesai dan program modem siap digunakan. Lalu, bukalah program modem dan klik “connect” untuk memulai proses penyambungan. Setelah proses penyambungan berhasil maka internet siap digunakan.



Ciri Kebahasaan
Paragraf Ke
Kata Benda
Kata Kerja
Kata Sifat
Kata Keterangan
Ke-Satu
Dewasa, Internet, Media, Modem.
Menggunakan, Pengembangan.
-
-
Ke-Dua
Computer, Modem, Program, Internet, Port.
Diisi, Nyalakan, Colokkan, Mendeteksi, Terdeteksi, Muncul, Menyambungkan, Terinstal, Menginstal, Tunggu, Digunakan,  Buka, Klik, Memulai.
Baik
-

Wednesday, 6 March 2019

ARTIKEL : Perbedaan Sistem Pemerintahan Demokrasi Terpimpin Dengan Demokrasi PARLEMENTER


Perbedaan Sistem Pemerintahan Demokrasi Terpimpin Dengan Demokrasi Parlementer
Perbedaan sistem pemerintahan demokrasi terpimpin dengan parlementer dapat dilihat dari ciri-ciri dari masing-masing sistem pemerintahan ini.
Beberapa ciri-ciri demokrasi parlementer diantaranya;
1.     Presiden Sebagai Kepala Negara, Perdana Menteri sebagai Kepala Pemerintahan
Dalam sistem parlementer presiden sebagai kepala negara hanya bertindak sebagai kepala negara yang mengawasi tanpa memiliki kewenangan apapun atas tindakan pemerintah. Tindakan dan kewenangan untuk menjalankan pemerintahan sepenuhnya berada di tangan perdana menteri sebagai kepala pemerintahan.
2.     Eksekutif Bertanggung jawab pada Legislatif
Lembaga eksekutif bertanggung jawab atas tindakan yang dilakukannya kepada legislatif (parlemen). Pelaporan dan semua kewenangan atas keputusan harus melalui legislatif terlebih dulu. Jika hal yang hendak dijalankan tidak mendapatkan izin dari legislatif maka mutlak harus dijalankan sesuai perintah parlemen.
3.     Kekuasaan Eksekutif dapat Dijatuhkan Oleh Legislatif
Pejabat dan menteri maupun presiden tidak memiliki kewenangan apapun dalam hal jabatan. Dapat diartikan bahwa jabatan- jabatan tersebut dapat dengan mudah digeser atau dijatuhkan hanya dengan keputusan rapat parlemen yang bertindak sebagai lembaga legislatif.
4.     Hak Prerogatif Dimiliki Perdana Menteri
Hak prerogatif perdana menteri adalah hak istimewa yang dimiliki seorang perdana menteri mengenai hukum dan undang- undang diluar kekuasaan badan perwakilan. Pada sistem parlementer, perdana menteri memiliki hak prerogatif untuk mengangkat dan memberhentikan pejabat atau menteri yang memimpin departement dan non departement.
5.     Eksekutif Ditunjuk oleh Legislatif
Eksekutif yang bertindak membantu kerja presiden dalam tata pemerintahan ditunjuk berdasarkan keputusan legislatif. Parlemen yang berwenang menentukan siapa yang berhak menduduki jabatan di lembaga eksekutif presiden. Presiden sendiri dipilih berdasarkan seleksi menurut undang-undang yang berlaku di negara tersebut.
6.     Menteri Bertanggungjawab pada Legislatif
Kebijakan seorang menteri selain harus melalui izin dari lembaga legislatif juga harus dipertanggungjawabkan kepada pihak legislatif. Hal inilah yang terkadang menimbulkan semacam kesenjangan kekuasaan. Kesenjangan kekuasan yang dimaksud disini adalah berkurangnya penghargaan kinerja dari kedua lembaga tersebut. Bahkan dapat terjadi silang pendapat dan saling melempar tanggung jawab. Akibatnya, rakyat yang menanggung risikonya dengan berlama- lama menunggu keputusan keduanya.
Sedangkan ciri-ciri demokrasi terpimpin diantaranya adalah sebagai berikut :
1.     Dominasi kekuasaan presiden
Dalam sistem demokrasi terpimpin menganut asas presidensil. Asas yang mengedepankan presiden sebagai pemilik kekuasaan tertinggi. Hal ini memicu munculnya kesenjangan peran dari wakil rakyat dan memengaruhi sistem kerja kabinet. Presiden yang memimpin segala pergerakan pemerintahan sehingga dapat dengan mudah menyingkirkan peran- peran yang dianggap tidak sesuai dengan kehendaknya, terutama dalam bidang politik.

2.     Memudarnya sistem partai politik bagi Indonesia
pada masa demokrasi terpimpin mengakibatkan pudarnya peran parpol saat itu. Keberadaan partai politik bahkan tidak dilaksanakan untuk mengisi jabatan di pemerintahan, melainkan untuk menjadi pendukung dari segala kebijakan presiden. Maka dapat diartikan peran partai politik hanya akan segaris dengan keputusan presiden tanpa adanya inovasi dalam pergerakan pemerintahan.
3.     Peran Militer Semakin Kuat
Perkembangan militer di Indonesia dimanfaatkan sebagai benteng pertahanan yang sekaligus menjadi dwifungsi peran pemerintahan. Kekuatan Angkatan Bersenjata pada masa ini sangat memiliki kekuasaaan yang tinggi. Bahkan lembaga pemerintahan berada di bawah komando kemiliteran. Militer telah terlibat dalam pergolakan politik domestik karena adanya dwifungsi ABRI. Hal tersebut sudah terjadi sejak tahun 1958 yang mengakibatkan perubahan signifikan bagi popularitas militer Indonesia.
4.     Berkembangnya Paham Komunisme
Partai Komunis Indonesia mengalami perubahan dominan pada masa demokrasi terpimpin. Hal tersebut disebabkan adanya hubungan timbal balik antara presiden Soekarno dengan PKI. Hubungan tersebut terjadi karena popularitas Soekarno yang sedang naik dimanfaatkan oleh PKI sebagai daya tarik untuk memeroleh massa.
5.     Anti Kebebasan Pers
Pers berperan penting dalam sebuah negara sebagai penyalur aspirasi masyarakat untuk sistem politik yang lebih baik. Namun, pada masa demokrasi terpimpin kebebasan mengemukakan pendapat bagi insan pers mulai dibatasi oleh oknum- oknum pendukung pemerintah dalam hal ini presiden yang berkuasa.
6.     Sentralisasi Pihak Pusat
Dominasi pihak pusat dalam mengeluarkan kebijakan sangat tampak dalam pemerintahan demokrasi terpimpin.
Berdasarkan ciri-ciri di atas, maka perbedaannya dapat dibuat dalam bentuk tabel di bawah ini (berpedoman pada teori sistem Almond)
Sistem
Demokrasi
Parlementer
Demokrasi
Terpimpin
Input
Penyelenggaraan pemerintahan pada masa demokrasi parlementer didominasi oleh multipartai berbasis ideologi dan adanya kekuatan masing-masing partai untuk berkontestasi
Minimalisir keterlibatan parpol dalam pemerintahan, sehingga setiap kebijakan bertumpu pada pemimpin negara atau presiden
Proses
Dominasi partai menyebabkan setiap proses pemerintahan dipengaruhi oleh kepentingan partai-partai ada pada saat itu. Setiap proses politik pun dilakukan oleh partai politik dengan kapasitas dan legitimasi mereka pada saat itu
Pemerintah  mendominasi dalam proses pemerintahan. Adapun kebijakan-kebijakan politik bertujuan untuk melanggengkan kekuasaan. Dalam masa ini juga, kebebasan pers dibatasi.
Output
Banyaknya partai pada saat pemerintahan parlementer menyebabkan kebijakan-kebijakan dibuat untuk kepentingan masing-masing partai. Sehingga terjadi persaingan kepentingan yang berimbas pada adanya tarik ulur kepentingan. Maka, output yang dihasilkan pun tidak sesuai dengan  harapan masyarakat
Setiap kebijakan yang dikeluarkan bertujuan untuk kepentingan kekuasaan soekarno. Setiap komponen pemerintah diarahkan untuk melanggengkan kekuasaanya, termasuk proses pengawasan terhadap pemerintah.
Implikasi
Sebagai akibat, pada masa parlementer terjadi tidak stabilnya ekonomi, masyarakat terjebak dalam eksklusivisme ideologi masing-masing, militer ikut dalam proses politik dengan alasan menjaga stabilitas keamanan, kabinet terus berganti sehingga gagal menyusun konstituante.
Proses pemerintahan yang sentralistik mengakibatkan kurangnya kebebasan masyarakat untuk berpartisipasi dalam proses pengelolaan negara. hak-hak penyampaian pendapat dan berpolitik dibatasi oleh negara. selain itu, terjadinya masalah-masalah ekonomi dan politik, seperti devaluasi rupiah dan masalah politik dengan Malaysia.